09 April 2010

lelah


rintihan hanya dusta
sakit hanya pura-pura
kau cabik hatiku
kau dustai cintaku

janji hanya janji
tiada ketulusan abadi
kulelah dengn janjimu
kulelah dengan kepalsuan mu

pergi dariku pergilah jauh




cemburuku

kumarah dengan siapa
kutakut dengan apa
ntahh…
apa yang difikirku

kumarah saat jauh
kubingung untuk siapa
sakit seaakn menghujam
bagai sembilu biru

aku cemburu
aku malu
pada siapa aku cemburu



sepi

dalam mimpi kau datang
dalam angan kau menari
datang dengan cintamu
pergi dengan rinduku

kau jauh diangan
kau hanya hyalan
menapak syahdu dalm rintihan hayal
kaulah bayangan tanpa raga




bingung

aku sendiri dengan anganku
aku yang selalu dalam bingungku
meratap setiap jalanku
menunggu kepastian yang tak pernah menuju

aku sendiri lagi
aku ingin berlari
dimana tumpuan
diamana impian
dimana keindahan



Memang salah

tulis puisi anda di sini

Ya aku slalu melihat wajahnya setiap hari
Aku juga membayangkan raganya mewarnai hariku
Di setiap do’a-ku pada-Nya aku berharap Tuhan menggenggam pintaku
Bahwa rasa cintaku ini bagaikan sungai nil di Arab sana
Padamu…

Bila dari awal ini semua salah
Termasuk perasaan dan cintaku padamu
Yang mungkin terlalu memaksa

1 komentar: